Nikmatnya Menolak Maksiat
25 July 2009
NIKMATNYA MENOLAK MAKSIAT
Dipandang dari salah satu segi, barangkali tak enak jadi orang Islam karena banyaknya larangan. Berbuat ini haram, melakukan itu dosa, melangkah begini tidak boleh. Bukankah manusia punya aneka keinginan? Bukankah main perempuan itu enak, berjudi kalau menang membawa keuntungan berlimpah? Menang judi setengah malam bisa lebih banyak dari bekerja satu bulan. Korupsi hanya dengan membubuhkan sepuluh tanda tangan mungkin bisa merengkuh uang tiga kali gaji.
Tapi, kenapa ada larangan? Manusia, menurut Allah SWT, adalah makhluk ciptaan-Nya yang sangat mulia (QS. 95:4). Kemuliaan ditentukan oleh ketakwaan dan akhlak. Jika takwa tidak dimiliki dan akhlak tidak dipunyai, tak akan pernah kemuliaan hinggap menjadi harkat dan predikat seseorang. Minusnya takwa dan akhlak akan membuat seseorang turun derajatnya menjadi hina (QS. 95:5).
Mahalnya Nilai Sebuah Kesuksesan
17 July 2009
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak, mantan direktur sebuah perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia. Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika.
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini. Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya.
Kisah si Anak katak
10 July 2009
Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. “Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.
“Anakku,” ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik.” jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.
Siapa Yang Tidak Mati
3 July 2009
Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.
Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk
akal, Sang Guru berujar: “Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.”
Sebuah Anugerah yang Sangat Berharga
24 June 2009
Mereka tampak sukses dan bahagia. Sebagai seorang pegawai bank milik asing di Tokyo, sang suami tentu mempunyai penghasilan yang lebih dari cukup untuk menafkahi keluarga. Rumah yang baru saja ditempati juga menandakan keberadaan mereka. Kebahagiaan itu semakin bertambah, karena akan lahirnya buah hati tercinta. Lalu, hari-hari menjadi penuh canda tawa dan suka cita.
Waktu berlalu, dan saat kelahiran yang dinantikan itupun tiba.
Wajah yang bersimbah butiran keringat, kelelahan teramat sangat dan sisa-sisa darah yang masih melekat tak menghilangkan fitrahnya sebagai ibunda untuk segera melihat ananda tercinta. Namun tubuh mungil yang baru saja menyapa dunia dengan tangisannya itu tampak berbeda dari bayi biasa.
Hasil pemeriksaan pun menunjukkan ada kelainan kromosom, karena terjadi penambahan kromosom pada kromosom ke-21-nya.
Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat
21 June 2009
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Women’s Quotes
17 June 2009
An archaeologist is the best husband a woman can have; the older she gets the more interested he is in her.
(Agatha Christie)
Bachelors should be heavily taxed. It is not fair that some men should be happier than others.
(Oscar Wilde)
Don’t marry for money; you can borrow it cheaper.
(Scottish Proverb)
I don’t worry about terrorism. I was married for two years.
(Sam Kinison)
A psychiatrist is a person who will give you expensive answers that your wife will give you for free.
(Anonymous)
Bachelors know more about women than married men; if they didn’t,they’d be married too.
(H. L. Mencken)
Men have a better time than women; for one thing, they marry later, For another thing, they die earlier.
(H. L. Mencken)
A man without a woman is like a fish without a bicycle.
(U2)
Sekedar Kata
14 June 2009
Sombong tidak akan mampir ke diri kita, selama kita mau mengingat:
“kita diciptakan dari apa, di dalam diri kita ada apa, dan kelak kita menjadi apa”
- Ahmad Mustofa Bisri -
Kebaikan itu memberi cahaya dalam hati, melahirkan kekuatan bagi tubuh, dan membuka pintu rezeki.
Sementara, keburukan akan menggelapkan hati, melemahkan tubuh, dan mempersulit datangnya rezeki.
- Hasan Al-Bashri -
Hendaklah engkau selalu bersikap jujur, meskipun ia akan membunuhmu.
- Umar bin Khaththab -
Konsekuensi Sifat Takabur
11 June 2009
Takabur adalah sifat atau perbuatan buruk yang paling dibenci Allah SWT, selain perbuatan menyekutukan- Nya. Ada kesamaan di antara keduanya, yaitu menganggap ada kekuatan di luar-Nya yang dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan dan kebanggaan.
Secara definitif, takabur adalah i’jabul marĂ¢’i binafsihi ujub, sifat terpesona dan membanggakan diri secara berlebihan. Dalam ilmu psikologi, sifat ini disebut narsisisme atau sikap yang menempatkan ego sebagai satu-satunya parameter untuk menilai segala bentuk kebenaran.
Mengajari Keledai Membaca
7 June 2009
Raja menghadiahi Amirudin seekor keledai. Amirudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Raja berkata, “Ajari keledai itu membaca. Dalam dua Minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”
Amirudin berlalu, dan dua Minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Sang Raja menunjuk ke sebuah buku besar. Amirudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.
Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Amirudin.
Read the rest of this entry »




