Simple Story in Complicated Life

9 April 2009

Di sebuah kota besar, hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari 4 orang anggota, seorang ayah, ibu, dan 2 putra. Ayah bekerja sebagai seorang consultant keuangan yang super sibuk, hampir tidak ada waktu bersama keluarganya yang pendapatannya adalah $500/ hour, sedangkan ibu adalah seorang wanita karir yang tidak kalah sibuk. Putra pertama bersekolah di SMU swasta sedangkan adiknya di SMP swasta. Begitulah kehidupan mereka sehari hari .

Syadan, suatu hari putra pertama berjudi dan kalah beberapa ribu $ ( maklum, orang tua nya gak gitu perhatiin kehidupan anak2nya jadi anak pertama ini bergaul dengan para berandalan) sehingga panik dan tidak tau gimana cara nya untuk mengembalikan utang karena judi. Hingga suatu hari, dia berniat untuk mencuri uang tabungan celengan milik adik nya. Agak berbeda dengan kakak nya, sang adik adalah orang yang lebih arif sehingga bergaul dengan teman2 yang tidak begitu nakal.

Sewaktu adik masuk ke kamar, dia agak heran melihat celengannya sudah pecah berantakan, dan yang ditakuti pun terjadi lah, uang yang susah payah ditabung lenyap semua. Melihat hal itu, sang adik menjadi panik dan menangis karena dia sangat membutuhkan uang yang ada di tabungannya itu. Dia hanya bisa mengira-ngira siapa yang mengambil uang tabungannya tapi tanpa ada bukti, dia tidak berani menuduh siapa. Selain anggota keluarga, di rumah mereka juga tinggal 2 orang pembantu.

Suatu hari, ketika sedang berjalan2 di sebuah mal, sang adik masuk ke sebuah toko dan melihat isi toko tersebut. Tanpa sengaja, laci di kasir toko tersebut terbuka dan pegawai kasir nya sedang sibuk membungkus barang2 yang dibeli pengunjung lain. Melihat ada sebuah kesempatan untuk mengembalikan uangnya yang hilang, sang adik dengan takut2 mengambil uang yang ada di kasir tersebut, jumlahnya sekitar $1000, dan dengan terburu buru segera keluar dari toko. Malang tak dapat ditolak, rupanya di toko tersebut terpasang kamera CCTV yang merekam seluruh kejadian di toko tersebut. Segera sang adik ditangkap dan diinterogasi oleh petugas security di mal tersebut. Karena sang adik hanya bisa terdiam saja, maka ditelpon lah kedua orang tua nya untuk datang ke mall tersebut.

Ayah dan Ibu dengan tergesa gesa segera datang ke mal untuk melihat keadaan putra nya. Setelah diceritakan kejadian memalukan tersebut oleh petugas, meledak lah emosi sang ayah. Dengan tiba2, putra kedua nya ditarik dan ditampar keras2 sehingga orang2 yang hadir di sana terkejut dan segera menahan sang ayah agar tidak memukul anak nya lagi.

“KENAPA?? KENAPA KAU MELAKUKAN HAL YANG MEMALUKAN BEGITU? APAKAH KAU BEGITU KEKURANGAN UANG SEHINGGA MENJADI PENCURI?? APAKAH UANG JAJAN YANG KUBERI TIAP HARI MASIH KURANG, HAH??

dan jawaban sang putra begitu menyentuh semua perasaan orang2 yang hadir di sana :

Tidak , Pa. Papa selalu tidak mempunya waktu untuk aku dan kakak. Minggu depan di sekolah akan diadakan pertunjukkan bakat untuk anak2 di sekolah itu, dan saya dipilih untuk konser piano di sekolah saya. Semua orang tua dari temen2 saya sudah menyanggupi untuk hadir, tapi hanya papa dan mama yang tidak bisa datang. Oleh karena itu, saya berniat untuk menabung dan membayar papa selama 2 jam karena saya tau ayah mendapat $500/hour untuk pekerjaan ayah.

Sang ayah langsung terdiam dan terharu melihat niat putra nya. Tak terasa air mata pun mengalir di mata ayah dan ibu anak itu dan beberapa pengunjung yang menyaksikan kejadian tersebut.

Moral of this story : Tidak peduli sebanyak apapun uang yang anda dapatkan, itu semua tak kan berarti bila harus mengorbankan waktu untuk keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: