Mengajari Keledai Membaca

7 June 2009

Raja menghadiahi Amirudin seekor keledai. Amirudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Raja berkata, “Ajari keledai itu membaca. Dalam dua Minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Amirudin berlalu, dan dua Minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Sang Raja menunjuk ke sebuah buku besar. Amirudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Amirudin.

“Demikianlah,” kata Amirudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”

Sang Raja mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Amirudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran- lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik- balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Sang Raja tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Amirudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

Sahabat :
Apa gunanya kita membaca buku tetapi tidak mengerti artinya ?..apa gunanya kita membaca situasi, membaca tanda-tanda jaman, tetapi kita tidak pernah bisa bahkan tidak pernah mau mengerti tentang apa yang sedang terjadi.
Mungkin anda sudah sekian tahun di tempat anda sekarang, pernahkah anda mengerti detail tentang bawahan anda, atasan anda, masalah yang terjadi..kekuatan, kelemahan, tantangan dan kesempatan yang ada ?
Mengerti .. akan membuat langkah kita lebih mantap dan lebih yakin tentang apa yang sedang dan akan kita kerjakan, lebih arif dan bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata..
Seorang yang tidak bisa dan tidak mau mengerti akan seperti orang bermain sepak bola tanpa ada gawangnya asal nendang dan berputar-putar saja. akan seperti seorang petinju yang sembarangan memukul tanpa tahu kekuatan dan kelemahan lawan, akan seperti seorang petani yang tidak mengerti cara bercocok tanam dan tidak tahu cuaca..pada dasarnya orang orang seperti ini sudah kalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: