Sekedar Kata

14 June 2009

Sombong tidak akan mampir ke diri kita, selama kita mau mengingat:
“kita diciptakan dari apa, di dalam diri kita ada apa, dan kelak kita menjadi apa”
– Ahmad Mustofa Bisri –

Kebaikan itu memberi cahaya dalam hati, melahirkan kekuatan bagi tubuh, dan membuka pintu rezeki.
Sementara, keburukan akan menggelapkan hati, melemahkan tubuh, dan mempersulit datangnya rezeki.
– Hasan Al-Bashri –

Hendaklah engkau selalu bersikap jujur, meskipun ia akan membunuhmu.
– Umar bin Khaththab –

Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.
Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
– Luqman:18-19 –

Seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, nasihatnya akan lenyap dari hati orang yang mendengarnya sebagaimana hilangnya setetes embun di atas batu yang halus.
– Malik bin Dinar –

Akhlak yang baik adalah wajah yang berseri-seri, kemurahan hati, dan menahan diri dari perbuatan yang menyakiti orang lain.
– Hasan Al-Bashri –

Harta karun terbesar akan kau peroleh jika kau dapat menghimpun harta karun dari perbuatan-perbuatan baikmu.
– Ali bin Abi Thalib –

Bekerjalah kalian tanpa banyak bicara.
Namun, itu hanya bisa dikerjakan oleh orang yang berilmu dan bekerja karena Allah. Bagai rayap yang terus menerus menggerogoti, tanpa kata-kata.
– Abdul Qadir Al-Jailani –

Jagalah keadilan dalam pemerintahan dan tanamkan hal itu pada dirimu. Karena ketidakpuasan rakyat akan membuat steril kepuasan segelintir elit, sementara ketidakpuasan segelintir orang itu,
akan lenyap dengan sendirinya dalam kepuasan orang banyak.
– Ali bin Abi Thalib –

Jika bekerja membuat seseorang menjadi lelah, tidak bekerja menyebabkan seseorang menjadi hancur.
– Bazarjamhar –

One Response to “Sekedar Kata”


  1. salom… berkata saja tidak cukup sebelum melakukan, melakukan saja belum sah manakala tidak yakin, yakin saja masih kurang bila belum mengerti dan mafhum, lalu apa lagi ya.. akal atau rasio pingsan tidak sanggup menjelaskan keagungannya. Bila kehendak telah sampai… kita hanya senyum dan bertaka oh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: